Rabu, 22 Juli 2026

Modul 3 : Literasi dan Etika Kecerdasan Artifisial

Literasi & Etika AI
PENDAHULUAN

Tujuan Pembelajaran & Pertanyaan Pemantik

Tujuan Kita

Materi ini dirancang agar kamu mampu:

  • 1.Menganalisis konsep dasar dan cara kerja Kecerdasan Artifisial (AI) menggunakan bahasamu sendiri.
  • 2.Mengevaluasi implikasi etis (seperti bias algoritma dan pelanggaran privasi) dari penggunaan AI.
  • 3.Merumuskan korelasi keterampilan koding/AI dengan berbagai peluang profesi di masa depan.

Sebelum Mulai, Yuk Pikirkan!

  • 🤔 Pernah nggak sih kamu merasa TikTok atau IG tau banget apa yang lagi kamu pikirin? Kok bisa ya?
  • 🤖 Kalau disuruh bikin tugas pakai ChatGPT, menurutmu itu pinter memanfaatkan teknologi, atau curang?
  • đŸ’ŧ Nanti kalau semua pekerjaan digantiin robot/AI, kita kerja apa dong?
PERTEMUAN 1

Kenalan Sama si AI

Ilustrasi AI
🔍 Perbesar Gambar

🧠 Memahami

Kecerdasan Artifisial (AI) bukanlah magic atau sihir. AI adalah sistem atau mesin yang diprogram untuk meniru kecerdasan manusia, seperti kemampuan belajar dari pengalaman, mengenali pola, dan membuat keputusan.

Coba tebak: Kalau ada dua gambar, satu lukisan asli seniman dan satu buatan AI, bisakah kamu membedakannya? Apa bedanya 'kepintaran' mesin dengan kepintaran kita sebagai manusia?

đŸ› ī¸ Mengaplikasi: Misi Detektif HP

Bersama kelompokmu, cari 3 aplikasi di HP masing-masing yang diam-diam menggunakan AI. Diskusikan dan tebak:

  • Apa Input-nya? (Data apa yang mereka ambil dari kamu? Misalnya: riwayat tontonan, suara, atau lokasi).
  • Apa Output-nya? (Hasil apa yang diberikan AI itu ke kamu? Misalnya: rekomendasi video atau filter wajah).
PERTEMUAN 2

Membongkar Otak AI

Cara Kerja AI
🔍 Perbesar Gambar

âš™ī¸ Memahami: Analogi Memasak

Cara AI belajar (Machine Learning) itu mirip seperti orang belajar masak. Supaya masakannya enak, dia butuh diberi resep ribuan kali sampai hafal polanya.

🍅 Data (Input)
đŸŗ Algoritma (Proses)
🍲 Prediksi (Output)

đŸ•šī¸ Mengaplikasi: Melatih AI Sendiri!

Mari bermain Teachable Machine! Kita akan melatih komputer untuk mengenali pose wajah "Senyum" vs "Sedih" lewat webcam.

Buka Teachable Machine
PERTEMUAN 3

Profesi Masa Depan: Kiamat atau Peluang?

Profesi Masa Depan
🔍 Perbesar Gambar

đŸ’ŧ Memahami

Banyak yang takut AI akan merebut pekerjaan manusia. Nyatanya, AI justru melahirkan profesi-profesi baru yang bergaji tinggi! Semua profesi ini membutuhkan skill koding, logika, dan empati manusia.

Data Scientist Machine Learning Eng. Prompt Engineer

📝 Mengaplikasi: Bursa Kerja AI

Buatlah sebuah Poster Lowongan Kerja Mini untuk salah satu profesi masa depan di bidang AI. Poster harus memuat:

  • Nama Profesi (misal: Dicari Prompt Engineer Profesional).
  • Syarat / Skill Koding yang dibutuhkan.
  • Perkiraan Gaji dan Keuntungan.
PERTEMUAN 4

Sisi Gelap AI (Etika & Bias)

Etika AI
🔍 Perbesar Gambar

🎭 Memahami

AI itu ibarat pisau; fungsinya tergantung siapa yang memegang. AI bisa menjadi sangat bias (rasis/diskriminatif), mencuri data privasi kita, atau bahkan menciptakan hoaks super nyata (Deepfake).

đŸ•ĩī¸â€â™‚ī¸ Mengaplikasi: Sidang Kasus Etis!

Pilih dan bedah salah satu kasus di bawah ini bersama kelompokmu:

Kasus 1: Curhat ke Chatbot

Dika curhat masalah keluarga rahasia ke AI, tanpa sadar menyertakan nama asli dan alamat lengkapnya. Apa risikonya?

Kasus 2: Tugas Sejarah Instant

Siti menyuruh ChatGPT membuat esai Perang Diponegoro. Ia langsung copas. Ternyata ada tokoh fiktif buatan AI di dalamnya. Apa kesalahan Siti?

PERTEMUAN 5

Deklarasi Pelajar Etis AI

Asesmen Sumatif
🔍 Perbesar Gambar

🏆 Mengaplikasi: Proyek Akhir (Sumatif)

Waktunya membuktikan pemahamanmu! Secara berkelompok, buatlah "Buku Saku / Poster Aturan Main Pakai AI buat Anak SMA".

Panduan Isi Poster:

  • Aturan menggunakan AI untuk bikin PR/Tugas sekolah.
  • Aturan membuat gambar atau konten pakai AI (hak cipta).
  • Cara aman menjaga data pribadi saat memakai aplikasi AI.
PENUTUP

Jurnal Refleksi Akhir

Silakan renungkan (Tulis di buku catatanmu dengan jujur, ini tidak dinilai kok!)

Halaman 1 dari 7

Modul 2 : Algoritma dan Pemrograman Lanjut

Pendahuluan

Selamat datang di kelas Koding! 🚀

Selama 7 pertemuan ke depan, kita tidak sekadar mengetik kode, tapi belajar merancang solusi. Di akhir modul ini, kamu akan mampu:

1

Menganalisis & Memecah Masalah

Membagi masalah besar menjadi fungsi-fungsi kecil (modular programming) menggunakan bahasa Python.

2

Menerapkan Algoritma

Menggunakan algoritma Searching dan Sorting untuk menyaring dan mengatur data seperti sistem di dunia nyata.

3

Membangun Proyek AI

Merancang aplikasi Rule-based AI/Chatbot sederhana secara berkolaborasi bersama temanmu.

Mari Berpikir Sejenak 🤔

Sebelum kita mulai menulis kode, coba renungkan dua hal berikut dalam keseharian kita.

"Pernah nggak kamu mikir, pas nyari nama kontak di HP, gimana cara HP-mu bisa menemukan satu nama itu dalam hitungan milidetik dari ribuan kontak yang ada?"

"Kalau kamu disuruh bikin aplikasi sekelas Gojek, mending nulis 10.000 baris kode numpuk di satu tempat, atau dibagi-bagi jadi kotak rapi seperti 'Fitur GoRide', 'Fitur GoFood'?"

A

Modular Programming

Bayangkan kode Python itu seperti Bongkar Pasang Lego atau Resep Nasi Goreng. Fungsi (Modular) ibarat bumbu dasar yang sudah diulek dan disimpan di kulkas. Kapan saja kamu butuh, tinggal ambil bumbunya. Kamu tidak perlu ngulek dari awal lagi!

Ilustrasi Lego dan Fungsi
Perbesar Gambar
  • Sintaks Dasar: Menggunakan def nama_fungsi(parameter): lalu diakhiri dengan return.
  • Kenapa penting? Agar kode rapi, gampang diperbaiki (debug), dan sangat memudahkan jika harus bekerja secara tim.

Blueprint Sintaks Proyek (Python)

Ini adalah gambaran kerangka kode yang akan kita gunakan pada proyek akhir (Chatbot). Perhatikan bagaimana masalah besar dipecah menjadi fungsi-fungsi kecil!

app_chatbot.py
# 1. DATABASE (List Data)
database = [
    {"nama": "Kopi Senja", "harga": 15000},
    {"nama": "Kafe Murah", "harga": 10000}
]

# 2. FUNGSI MODULAR: Algoritma Searching
def cari_kafe(keyword):
    hasil = []
    for kafe in database:
        if keyword.lower() in kafe["nama"].lower():
            hasil.append(kafe)
    return hasil

# 3. FUNGSI MODULAR: Algoritma Sorting
def urutkan_termurah(data):
    # (Terapkan Bubble Sort atau list.sort() di sini)
    return sorted(data, key=lambda x: x["harga"])

# 4. FUNGSI UTAMA (Menggabungkan semua fungsi)
def mulai_chatbot():
    keyword = input("Cari kafe apa? ")
    
    # Memanggil fungsi pencarian & pengurutan
    data_ketemu = cari_kafe(keyword)
    data_urut = urutkan_termurah(data_ketemu)
    
    print("Hasil Rekomendasi:", data_urut)

# Jalankan program
mulai_chatbot()
B

Algoritma

"Gimana caranya Spotify tahu lagu kesukaanmu lalu mengurutkannya dengan cepat?"

Searching (Mencari)

Ada Linear Search (dicek satu-satu berurutan dari awal sampai akhir) dan Binary Search (datanya dibelah dua biar cepat, tapi syaratnya data harus urut dulu).

Sorting (Mengurutkan)

Mengatur data yang acak jadi rapi. Contohnya Bubble Sort (membandingkan dua data bersebelahan, kalau posisinya salah, maka posisinya ditukar).

đŸ› ī¸

Aturan Emas Kelas Koding:

"Error is Normal. Google it first, ask later!"

Aktivitas A: Refaktor Kode Rahasia

Pertemuan 3-4

Misi Utama: Kamu akan diberikan barisan kode Python yang berantakan tanpa fungsi. Tugas kelompokmu adalah merapikannya (refactoring) menjadi minimal 3 fungsi modular!

Latihan: Kita akan bermain dengan data tipe List. Kamu akan membuat sistem pencarian judul buku di perpustakaan maya dan mengurutkan nilai tryout dari yang tertinggi ke terendah.

Aktivitas B: Hackathon Proyek AI!

Pertemuan 5-6
> Proyek: "Chatbot Rekomendasi Tempat Nongkrong"

Sistem Kerja & Aturan:

  1. Berpasangan (Pair Programming): Satu jadi Driver (mengetik kode), satu jadi Navigator (memikirkan logika & alur).
  2. User (pengguna) akan mengetik keyword tertentu (contoh: "Kafe Murah").
  3. Programmu akan memanggil fungsi, menggunakan algoritma Searching untuk mencari keyword di dalam List database, lalu menampilkan hasilnya menggunakan algoritma Sorting berdasarkan harga termurah.

Showcase & Bug Journal

Saatnya pamer karya! Kita akan mencoba chatbot buatan teman-temanmu secara langsung di Pertemuan ke-7. Siapkan karyamu yang terbaik!

📝 Jurnal Refleksi (Format 3-2-1)

Setelah kegiatan showcase selesai, lengkapi jurnal di bawah ini di buku catatanmu:

  • 3

    Hal baru yang aku pelajari dari bikin program ini adalah...

  • 2

    Momen "AHA!" atau bagian paling seru pas ngoding...

  • 1

    Kesulitan/Bug paling ngeselin dan cara aku menyelesaikannya...

RR

Rislyon Ripi

Modul AI • SMAK Barana © 2026

Senin, 20 Juli 2026

Modul 1 : Berpikir Komputasional

Modul CT: Misi Optimasi Kantin
Pertemuan 1 / 4
Computational Thinking

Misi: Ahli Optimasi Kantin Sekolah

Menerapkan 4 Fondasi Berpikir Komputasional untuk memecahkan masalah sistem antrean secara logis, efisien, dan kolaboratif.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menguraikan (dekomposisi) permasalahan antrean panjang di kantin ke dalam sub-masalah yang lebih kecil, terkelola, dan spesifik melalui observasi dan diskusi kolaboratif.

Pertanyaan Pemantik

"Pernahkah kalian batal jajan di kantin karena antreannya seperti ular naga? Jika kita telusuri, kira-kira apa saja sih hal-hal kecil (penyebab) yang membuat satu antrean itu bisa sangat macet?"

Pertemuan 1: Membongkar Masalah Kantin (Dekomposisi)

Analogi CPU: Bayangkan otak kita atau sistem kantin sebagai CPU (Central Processing Unit). Jika dijejali tumpukan data (pembeli) sekaligus tanpa aturan, sistem akan hang atau crash.

Apa itu Dekomposisi? Dekomposisi adalah kemampuan memecah masalah besar dan kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola. Seperti membongkar mainan Lego untuk melihat komponen pembentuknya.

Contoh Praktek:

Masalah "Antrean Macet" bisa dipecah menjadi beberapa sub-masalah kecil:

  • 1 Waktu memilih menu yang lama (siswa bingung).
  • 2 Proses pembayaran lambat (cari uang kembalian).
  • 3 Tata letak (layout) jalan di kantin yang sempit.
  • 4 Penjual kewalahan melayani pesanan & kasir sekaligus.
Ilustrasi makanan kantin dan antrean
Klik untuk memperbesar

Aktivitas Mengaplikasi

  • đŸ§˜â€â™‚ī¸
    Mindful Breathing (2 Menit): Tarik napas, fokuskan pikiran sebelum memecahkan masalah.
  • đŸ‘Ĩ
    Inkuiri Tim: Bentuk tim 4 orang ("Tim Ahli Optimasi"). Observasi/ingat kembali kondisi kantin.
  • 📝
    Tugas LKPD: Tuliskan minimal 4 sub-masalah antrean menggunakan sticky notes/Jamboard.

Merefleksi

Tuliskan jawaban dari Exit Ticket berikut sebelum kelas berakhir:

"

Satu hal baru yang saya sadari tentang kerumitan masalah di kantin kita hari ini adalah...

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu mengidentifikasi pola perilaku antrean dan menyaring informasi tidak relevan (abstraksi) guna menemukan faktor utama penentu kecepatan layanan kantin.

Pertanyaan Pemantik

"Dari semua hiruk-pikuk di kantin, apakah ada kebiasaan teman-temanmu yang selalu berulang setiap harinya? Dan dari semua data itu, mana informasi yang sekadar 'sampah' dan mana yang memengaruhi panjang antrean?"

Pertemuan 2: Detektif Data Kantin

Pengenalan Pola (Pattern Recognition):
Mencari kesamaan, tren, atau perilaku berulang dari data. Misalnya: menyadari bahwa jam puncak keramaian selalu terjadi di 5 menit pertama jam istirahat, atau siswa bergerombol di satu stan minuman.

Abstraksi:
Seni "mengabaikan". Membuang detail yang tidak penting agar kita bisa fokus pada inti masalah penyelesaian.

💡 Contoh Abstraksi:

  • ❌ Apakah warna sepatu siswa memengaruhi panjang antrean? (Abaikan).
  • ✅ Apakah menu berkuah vs menu kering memengaruhi? Ya, kuah lebih lama (Fokuskan).
  • ✅ Apakah ketersediaan uang pas/QRIS memengaruhi? Ya (Fokuskan).
Ilustrasi Data dan Pola Analisa

Aktivitas Mengaplikasi

  • đŸ•ĩī¸â€â™€ī¸
    Eksplorasi Data: Dari hasil dekomposisi minggu lalu, tim kini bertugas menjadi detektif data.
  • 📊
    Tugas Pola: Temukan minimal 2 pola kebiasaan siswa yang memicu kemacetan.
  • âœ‚ī¸
    Tugas Abstraksi: Buang info tak penting, sebutkan 2 faktor paling krusial.

Merefleksi

"

Dari tahap abstraksi tadi, data apa yang awalnya kamu pikir penting, tapi ternyata setelah dipikirkan ulang ternyata tidak relevan sama sekali?

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu merancang langkah-langkah penyelesaian logis dan sistematis (algoritma) dalam bentuk flowchart atau pseudocode untuk menyelesaikan masalah antrean.

Pertanyaan Pemantik

"Jika kamu adalah seorang programmer, dan kamu punya wewenang mengubah total aturan main di kantin, langkah (aturan) seperti apa yang disusun agar semua anak terlayani dalam 10 menit?"

Pertemuan 3: Meracik Resep Solusi (Algoritma)

Apa itu Algoritma? Bukan hanya soal rumus matematika! Algoritma adalah urutan instruksi yang jelas, logis, dan tak bermakna ganda untuk menyelesaikan masalah.

Analogi: Seperti resep membuat mi instan. Jika urutannya salah (masukkan bumbu sebelum air mendidih lalu dimakan mentah), hasilnya pasti gagal (Error).

âš™ī¸ Bentuk Algoritma:

1. Pseudocode

Bahasa manusia yang distrukturkan mirip kode pemrograman.

JIKA siswa pesan mie MAKA
  Berikan nomor antrean
  Minta bayar via QRIS
SELESAI

2. Flowchart

Diagram alir menggunakan simbol bangun datar bersambung panah.

Contoh rancangan diagram

Aktivitas Mengaplikasi

PjBL Tahap Perancangan: Tim merancang "Sistem Antrean Kantin Super Cepat" versi mereka.

  • 🎨 Gaya Visual: Buat algoritma dengan flowchart berwarna (Canva/Draw.io/Kertas).
  • đŸ—Ŗī¸ Gaya Auditori: Tuliskan pseudocode berseri yang runtut.
  • 🌟 Pengayaan (Mahir): Rancang struktur data sederhana (Aplikasi Mobile).

Merefleksi

"

Bagian mana dari menyusun algoritma berurutan ini yang paling membuat otakmu harus 'berpikir keras'?

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu mengomunikasikan rancangan algoritmanya, menguji keandalan logika melalui desk checking, dan merefleksikan kolaborasi tim.

Pertanyaan Pemantik

"Bagaimana kita bisa yakin 100% bahwa aturan/algoritma yang kita buat tidak akan kacau atau macet total saat benar-benar diterapkan besok di kantin?"

Pertemuan 4: Uji Coba & Serangan Logika

Dry Run / Desk Checking: Sebuah algoritma tidak langsung di-coding. Kita mengujinya di atas kertas secara manual mencari bug atau celah kesalahan (seperti Deadlock - kondisi nyangkut).

Berpikir Kritis: Di dunia teknologi, mengkritisi ide orang lain (mencari kelemahan sistem) dengan tujuan membangun adalah cara terbaik untuk menciptakan sistem yang kokoh dan kebal dari error (foolproof).

Siswa sedang presentasi berkelompok

Aktivitas Mengaplikasi

1. Showcase: Presentasikan algoritma di depan kelas (visual/Role Play).

2. Serangan Logika: Beri situasi ekstrem untuk menguji.
Cth: "Bagaimana kalau sinyal internet siswa hilang saat scan QRIS?"

🏆 Gamifikasi: Tim tertangguh mendapat gelar "Algorithm Masters".

Refleksi Akhir Holistik

â€ĸ "Perasaan saya setelah menyelesaikan misi ini adalah..."

â€ĸ "Tantangan kolaborasi terbesar adalah [...], cara mengatasinya [...]"

â€ĸ "Berpikir Komputasional ternyata bisa digunakan untuk keseharian, yaitu..."

đŸ”Ĩ Tugas Akhir

Kampanye Infografis

Buktikan pemahaman tim kalian dan bagikan ilmu optimasi kantin ini ke seluruh warga sekolah!

  • 🎨

    Buat Infografis: Rangkum 4 fondasi CT (Dekomposisi, Pola, Abstraksi, Algoritma) menggunakan Canva semenarik mungkin.

  • 📸

    Publikasi IG: Unggah hasilnya di akun Instagram Kelas.

  • đŸˇī¸

    Wajib Tag Sekolah: Tag (@ig_sekolah_anda) dan beri caption inspiratif!

© Rislyon Ripi - SMA Kristen Barana - 2025/2026