jalanalakid.blogspot.com - Senin, 19 Januari 2015

Banyak keindahan alam yang ditawarkan dunia ini pada kita untuk dikunjungi. Untuk itu kita pun tertantang untuk menjelajahinya. Tempat-tempat yang jauh dari keramaian seringkali menjadi tujuan kita dalam berpergian. Tujuannya untuk mendapat suasana alam yang tentram dan damai. Sebelum melakukan traveling, kita diharuskan untuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan dalam perjalanan yang panjang itu.

Copyright (c) ichikohikaru.blogspot.com
Salah satu alat yang sangat penting yang harus kita bawa adalah kompas. Karena benda ini sangat bermanfaat sekali dalam menemukan arah tujuan anda. Namun, bagaimana jika benda ini tertinggal dan kita berada di lautan luas? Kita pastinya akan menggunakan cara-cara nenek moyang kita dalam menemukan arah mata angin tersebut. Jalan-jalan ala Kid kali ini akan memberitahukan beberapa cara tradisional rakyat Sulawesi Selatan dalam menemukan arah mata angin bila berada di lautan lepas.

1. Dengan Bantuan Gelombang Darat
Para pelaut dari sulawesi selatan menggunakan gelombang darat atau sering disebut Lembong Pottana oleh rakyat di sana untuk mengetahui letak perahu mereka berada di dekat dari pantai atau masih jauh dari daratan. Gelombang darat ini dimanfaatkan dari pantulan ombak yang dapat meraka rasakan bila dekat dengan daratan. Karena pantulan gelombang air laut dapat dirasakan getarannya bermil-mil jauhnya dari daratan.

2. Dengan Melihat Kilat
Pelaut menggunakan kilat untuk mengetahui letak sebuah daratan. Para pelaut sana menamainya dengan sebutan Dala' Pottana. Ada beberapa jenis kilat lainnya yang juga membantu pelaut dalam mengetahui keadaan alam. Dala' Urang adalah jenis kilat yang menandakan akan terjadinya angin kencang atau hujan lebat dan Dala' Lino menandakan akan datangnya angin yang teduh.

3. Dengan Melihat Bintang-Bintang
Para pelaut Sulawesi Selatan juga menggunakan bintang di langit malam untuk dapat mengetahui arah mata angin. 4 bintang yang sering digunakan yaitu:

a. Bintang Tujuh atau disebut Balanus yang menunjukkan arah timur
b. Bintang Tiga atau sering mereka sebut Tallu-tallu yang menunjukkan arah tenggara
c. Bintang Pari atau Lambaru sebutan mereka untuk arah selatan
d. Bintang Biduk atau Boyang kepang utuk menunjukkan arah utara.

4. Dengan Melihat Burung-Burung
Pelaut juga sering menggunakan burung untuk mengetahui arah daratan. Burung yang sering digunakan yaitu burung Jagong. Para pelaut melihat tingkah laku burung ini untuk mengetahui arah tenggara. Jika burung ini akan mencari makan, burung ini akan mengarah ke tenggara itu berarti daratan berada di arah sebaliknya yaitu Barat Laut atau arah Barat.

5.  Dengan Melihat Warna Awan
Para pelaut melihat warna awan untuk mengetahui letak sebuah daratan. Bila awan berwarna keputi-putihan, ini menunjukkan bahwa mereka berada tidak jauh dari daratan.


6. Melihat Rumput Laut Pada Dasar Laut
Para pelaut ini menggunakan Rappang nama untuk rumput laut sebagai acuan mereka. Jika mereka dapat melihat rumput laut pada dasar laut, mereka tahu mereka sudah dekat dengan daratan.

Itulah beberapa manfaat alam yang dapat kita temukan bila kita tersesat di laut. Kompas tradisonal yang digunkan para pelaut asal Sulawesi Selatan ini dapat membantu kita mengetahui letak arah mata angin dan arah daratan. Semoga bermanfaat.

#JalanAlaKid

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Prev
Posting Lama
Komentar (0)
Komentar

Tidak ada komentar:

Don't Miss

Jangan Lewatkan